I Wanna Go: Verona, Italia!

verona view

“Tempat apa yang paling ingin kamu tuju?”
“Verona, Italia” Jawabku singkat.

Kecintaan menonton film, seolah selalu memberikan pengalaman tersendiri. Jika pada umumnya sebagian orang menonton film hanya ingin tahu alur ceritanya, pemeran yang good looking atau efek film yang membuat takjub. I prefer to look deeply. Sebuah film berhasil membuat saya truly, passionately, in love with it.

Letters to Juliet, film yang disutradarai oleh Gary Winick dan rilis pada tahun 2010 ini berhasil membuat jatuh cinta. Bukan hanya the background of Juliet’s history nya saja yang membuat menarik. Namun, juga tempat bersejarah yang super indah sebagai lokasi pengambilan gambar. Ketertarikan dengan film serta fenomena The wall of Juliet di dalamnya, makes me want to fly to Verona and meets ‘Juliet’.

Well, this is why I choose Verona as my dreamy place to go.

Juliet’s History

juliet's wall1Romeo and Juliet story, who doesn’t know it? Kedua icon ini telah menjadi perwujudan kisah cinta tragis dan memilukan sejak abad ke 13. Yup, talking about Shakespeare, Romeo and Juliet is like a never ending story. Lokasi utama pembuatan film ini ada di Casa di Giuletta, yang merupakan tempat tinggal Juliet.

Juliet’s house, begitulah orang Verona menyebutnya. Yang menarik di sana bukan hanya Juliet’s tomb, atau Juliet’s balcony saja. Namun, fenomena The Wall of Juliet yang mampu menarik perhatian dunia. Jadi, di sana terdapat sebuah tembok, yang siapa saja bisa menuliskan surat untuk Juliet. Menariknya, surat-surat tersebut akan dibalas langsung oleh Secretary Juliet.

Saya ingin menjadi salah satu orang yang bisa menuliskan surat untuk Juliet dan mendapatkan balasan darinya. Biarpun sebagian besar pengunjung tahu yang membalas surat mereka adalah Secretary of Juliet, atau volunteer di Casa di Giuletta ini. Namun, tetap saja mereka merasa jika Julietlah yang telah membalasnya. Sounds Venona want Juliet’s story alive like forever.

 Romantic place

vineyardI found a lot of romantic place in this movie. Sebut saja vineyard yang ada di Caparzo, Soeva dan juga Palio yang merupakan lokasi balap kuda yang sangat legendaris.

arena+verona6Cause I do romantic things, ingin sekali rasanya bisa melangkahkan kaki ke Arena. Yup, amphitheater terbesar yang ada di Verona ini sering mengadakan pertunjukkan opera yang memikat.

20Jika datang dengan pasangan, nikmati nuansa romantic terpopuler di La Fontanina. Ini merupakan restoran legendaris yang menyajikan menu makanan tradisional Italia seperti foie gras. Biarpun tidak sepopuler risotto, namun menapakkan kaki dan melihat keindahan restoran ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi, jika datang dengan yang tersayang. What a romantic!

Movie’s point of view

New Movie (8).Movie_SnapshotFilm ini menceritakan tentang kisah cinta seorang wanita bernama Claire yang ingin menemukan cinta sejatinya, Lorenzo setelah 50 tahun. Basically, keinginan ini muncul karena balasan surat dari Juliet yang pernah dikirimnya dulu. Sounds crazy, huh? But it’s really happened in the movie.

Biarpun bukan Juliet sendiri yang mengatakannya, namun ada hal manis yang sulit untuk dilupakan dalam beberapa scene di film ini. Yakni, saat Claire membacakan surat balasan dari Juliet pada hari pernikahannya (with her truly love, Lorenzo). The finally meet, actually!

Dear Claire,
what and if are two words as non-threatening as words can be. But put them together side by side, and they have the power to haunt you for the rest of your life. What if? I don’t know how your story ended, but if what you felt then was true love, then it’s never too late. If it was true then, why wouldn’t it be true now? You need only the courage to follow your heart. I don’t know what a love like Juliet’s feels like, a love to leave loved ones for, a love to cross oceans for, but I’d like to believe, if I ever were to feel it, that I’d have the courage to seize it. And Claire, if you didn’t I hope one day that you will. All my love, Juliet.

What a sweet love letter! Surat ini menuntun untuk tidak berhenti mengejar apa yang kamu yakini. If it was true then, why wouldn’t it be true now?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s