Partner of Life: Buku Tua Yang Tak Bosan Dibaca

still life in chiaroscuro: opened antique book, a swan feather and a red rose in a vase

still life in chiaroscuro: opened antique book, a swan feather and a red rose in a vase

“Karena mengenalnya bagaikan membaca buku tua yang tiada habisnya. Selalu ada cerita dan kejutan baru di dalamnya. Biarpun dengan buku yang sama”

Partner of life, tema ini selalu menjadi perbincangan dalam setiap cerita. Rasanya tiada bosannya. Ingin rasanya memutar waktu untuk lebih cepat berjalan, agar segera menemukan. Impian tentang sosok pangeran berkuda yang membangunkan puteri dengan satu ciuman, rasanya setiap wanita pernah memimpikannya. Namun, hidup tidak sesederhana dongeng pangeran dan puteri yang bahagia selama-lamanya pada akhir cerita. Hidup yang sebenarnya, mempertemukan seorang puteri dengan banyak pangeran. Namun, hanya satu yang akan menjadi selamanya.

Hidup itu bagaikan memasuki sebuah perpustakaan. Bahagia atau tidak, bergantung pada buku yang ingin dibaca.

Terkadang, buku tersebut hanya menarik pada lembar kedua dan ketiga. Bahkan, pada lembar pertama, sebagian orang pun ada yang sudah menyerah untuk membacanya. Tampilan gambar dan warna buku yang menarik belum tentu memberikan cerita yang diinginkan. Mungkin, cobalah memilih buku tanpa cover, gambar atau warna. Buku yang polos lebih menarik, karena tidak mudah ditebak. Memang ada rasa ragu yang mengganggu, tapi bukankah buku ini paling berbeda dari ribuan buku lainnya?

Pada lembar pertama, ada banyak cerita bahagia, karakter menyenangkan dan kalimat magis yang membuat siapa saja untuk terus membaca. Bahkan, kamu rela meluangkan waktu untuk membuat notes kecil, membacanya berulang kali hingga membawanya sebelum tidur. Cerita tentang karakter utama sangat membuat bahagia, ada banyak hal unik yang dimilikinya. Kamu pun terus membacanya, tidak peduli pagi sudah datang, tidak peduli mata telah lelah. Hatimu senang, itu sudah cukup.

Pada lembar ke duapuluh, karakter utama semakin dikenal. Masa lalunya mulai terungkap, keburukannya sudah mulai terlihat. Namun, kamu tetap membacanya tanpa henti.

Caranya menghadapi kehidupan, berbuat kesalahan hingga memperbaikinya membuatmu sadar, dia sedang tumbuh.

Proses ini sangat menarik, hingga kamu melewatkan makan malam romantis di atas sungai dengan suara aliran air yang tenang dan temaram lampu yang sayu.

Pada lembar ke limapuluh, karakter dalam buku tersebut sudah mampu membuatmu merasakan apa yang dirasakannya. Saat ia marah, kamu akan memaki dalam hati. Ketika sedih, matamu ikut berkaca-kaca. Saat gembira, senyummu rasanya tiada lelah mengembang.

Pada setiap lembar yang selanjutnya, selalu ada kejutan yang tak terduga. Selalu ada cerita yang membuatmu bahagia dan sedih dalam waktu yang sama. Biar pun setiap hari dibaca, rasanya tiada habisnya. Terkadang ada ragu, tapi siapa pun pasti ingin tahu akhir ceritanya.

Bersamanya bagaikan membaca buku tua yang tiada habis ceritanya. Selalu ada kejutan yang tersimpan, sedih yang terpendam dan bahagia yang panjang. Ada banyak halaman kosong di dalamnya, yang jika dituliskan akan menjadi cerita terbaik yang pernah ada.

Teman hidup bukanlah seseorang yang bisa digenggam tangannya setiap saat. Bukan yang mengucap kata sayang setiap malam. Bukan yang kamu peluk,cium dan tunjukkan di depan ribuan orang.

Teman hidup adalah dia yang bersedia membuka setiap lembar buku yang ingin kamu baca. Membuka setiap pintu yang ingin kamu masuki. Dia yang membawamu menuju tempat paling tinggi dan paling indah yang pernah ada. Dia yang memelukmu dalam dingin dan takut. Dan dia yang menuliskan cerita hidupnya hanya dalam hidupmu.

Morning People, bersiaplah membaca dan selamat jatuh cinta pada setiap lembarnya!

Advertisements

2 comments

  1. Dewi Putri Mahardika Dewi · October 12, 2015

    Keren Artikelnya mba.. saya sering baca artikelmu mba.. hehe

    Ini di baca juga mba
    http://suamigila.com/2015/10/syarat-hidup.html
    Ini website Istrinya
    http://istribawel.com/

    Mereka berdua suami istri yang suka menulis.

    Like

    • aymiranti · December 5, 2015

      Hi Mba Dewi,
      So sorry untuk reply-nya 🙂

      Wah keren!
      Baca aaaaah ~
      Thanks ya sudah membaca 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s