Semesta Suka Bercanda

IMG-20151114-WA0002

Semesta terkadang suka bercanda. Candaannya pun tak biasa. Terkadang bisa membuat hilang segalanya atau mungkin bahagia dalam sekejap saja. Saya ingin bercerita tentang dua orang yang sedang diajak bercanda oleh semesta.

Candaan itu berawal dari segelas susu cokelat hangat di meja kerja. Tentu saja segelas susu itu tak datang sendiri, ada yang mengantarnya. Dengan senyum kaku, langkah ragu dan tatapan mata yang malu. Laki-laki itu mendekat, meletakkan segelas susu cokelat, tersenyum sebentar, lalu berlalu pergi. Wanita itu bahkan tak berani menatap. Hanya sesekali mencuri, dari ekor mata dengan mantap. Adegan itu berulang beberapa kali, di beberapa pagi.

IMG20150909090100

Segelas susu cokelat kedua.

Bukan segelas susu cokelat biasa, ada catatan kecil yang terselip di punggung. Dua tiga empat kata. Sederhana, tapi cukup membuat tawa. Mereka sedang berusaha mengenal. Atau bisa dibilang si laki-laki berusaha menunjukkan perhatian. Meyakinkan diri sendirinya juga. Jika mereka akan bersama, nantinya.

Adegan segelas susu cokelat kini mulai beralih, dengan chat room yang panjang, telepon yang malu dan juga tatapan mata ragu saat bertemu. Keduanya baru saja melewati masa yang berat. Tapi ada keinginan untuk mencoba lagi. Namun hanya sekali. Mereka bergantung pada segelas susu cokelat setiap pagi.

Pertemuan selanjutnya ada pada keramaian konser musik yang tidak mereka mengerti, cafe cantik dengan sandwich, ruang bioskop dengan cerita kelelawar dan cafe lantai dua dengan pizza cheesy cheese. Mereka lalui dengan pertemuan kaku yang menggebu. Dengan cerita masa kecil, pekerjaan, hobi hingga makanan yang tidak disukai.

IMG20150915183445

Wanita itu hanya berani melihat arah punggungnya saja.

Ada banyak keraguan yang mengganggu. Hingga akhirnya muncul pertanyaan ‘Apakah kita sedang membuang waktu?’. Wanita itu terlihat takut. Pucat untuk memulai. Namun, terlalu pengecut untuk mundur. Hingga pada suatu malam, saat berkumpul bersama teman ternyata tidak begitu menyenangkan. Laki-laki itu datang menjemput. Mengantarkan pulang, membawanya dalam ketenangan.

Adegan sederhana itu membawa mereka, pada satu hari yang menentukan. Semesta mulai bercanda, dengan restu yang tiba-tiba di hari ulang tahun mama si wanita. Mereka bersama tanpa ada kata meminta dan mengatakan ‘iya’.

Sebulan kemudian, ada kunjungan yang tiba-tiba. Cincin yang begitu saja dibawa. Mereka bertunangan. Segalanya terlihat begitu sempurna? Siapapun akan mengira hal yang sama. Tanpa ada yang tahu, beberapa bulan hingga tahun yang lalu. Ada kehilangan yang mendalam, ada marah yang membuncah dan kecewa yang tak terkira. Bukan waktu yang sebentar. Inilah kadonya. Pertemuan tiba-tiba yang penuh bahagia.

Beginilah semesta saat bercanda. Yang perlu dilakukan hanya percaya. Ada kekuatan Yang Maha Segalanya. Kini mereka sedang menghitung hari. Bertengkar hingga tengah malam. Berpelukan tanpa jeda. Dan masih jatuh cinta pada secangkir susu cokelat, setiap pagi.

TUJUH. Let me show you to the world.

A post shared by ayu miranty (@ayumiranty) on

Wanita itu saya. Laki-laki itu dia. Terima kasih semesta, sudah mengajak kami bercanda.

Advertisements

14 comments

  1. Iwan Tantomi · January 5, 2016

    Dan, sebentar lagi, Semesta menjadi saksi keseriusan Anda menggapai mahligai cinta *plok-plok*

    Liked by 1 person

    • aymiranti · January 5, 2016

      Thanks for reading mas Tom *muka tomat malu-malu

      Like

    • dyahdii · January 6, 2016

      bahasae mas tomi ala ala sinetron indosiar hmhmhm

      Like

      • Iwan Tantomi · January 6, 2016

        Indosiar adanya Dangdut sama standup doang kali, ah, ketahuan kalo bukan pecinta GGS, FTV sama satu lagi di RCTI tuh 😛

        Like

      • dyahdii · January 6, 2016

        Indosiar punya sintron naga yang hits banget itulho, sayang tv saya rusak jadi naganya gabisa dibawa pulang

        Like

      • Iwan Tantomi · January 6, 2016

        Indosiar adanya dangdut dan standup doang, ah, ketahuan kalo nggak doyan GGS, FTV sama satu lagi yang di RCTI tuh 😛

        Like

  2. Penulis Empiris · January 5, 2016

    Duh, romantis! Semesta penuh cinta. :))

    Liked by 1 person

  3. Abdulloh Charis · January 5, 2016

    Always love it to read your words. Thanks for the beautiful post, it’s worth more than hundreds love letter.

    Liked by 1 person

  4. aymiranti · January 5, 2016

    Lets create memories :))

    Like

  5. nengbiker · January 6, 2016

    jadi konser musik itu kamu ngga ngerti ay? 😦

    atu tedih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s