[Dear Husband] Post Partum Depression

san_francisco_maternity_session_0003(pp_w900_h600)

©jasmineleephotography

Menikah dengan yang sangat dicintai, hamil dan dikaruniai anak. Rasanya bahagia menjadi wanita itu begitu sempurna, ya? Beberapa minggu lagi saya akan menikah, bayangan akan kehidupan rumah tangga rasanya semakin jelas di depan mata. Ada banyak sekali cemas, hingga pagi ini saya dibuat bergetar saat membaca kisah seorang suami yang istrinya mengalami Post Partum Depression.

Post Partum Depression adalah depresi pasca persalinan atau dalam kasus ringan biasa dikenal dengan Baby Blues. Hal ini biasanya terjadi beberapa minggu pasca persalinan yang ditandai dengan rasa cemas, marah, suasana hati yang tiba-tiba berubah, sering menangis hingga sedih. Dalam perkembangan yang lebih serius, hal ini disebut dengan Post Partum Depression.

Post Partum Depression ini pun ternyata terbagi menjadi 3 tingkatan, yakni Postpartum Blues atau yang lebih terkenal dengan gangguan mental ringan pasca melahirkan. Selanjutnya Postpartum Depression atau  chronic depressive syndrome yang lebih kronis. Lalu, Postpartum Psychosis atau puerperal psychosis yang lebih dikenal dengan depresi kronis pasca persalinan. Pada tingkatan ini, penderita bahkan mengalami halusinasi sehingga tingkah lakunya menjadi irasional.

Postpartum-Depression-woman-baby-RM-722x406

Catherine Delahaye/Corbis via ©whattoexpect

Kisah seorang ibu yang pernah menderita Post Partum Depression bisa dibaca di Melawan Post Natal Depression. Sebagai wanita dan juga calon ibu nantinya, saya bisa merasakan betapa beratnya menjadi ibu yang mengalami depresi serupa. Halusinasi, rasa tidak tenang dan ketakutan yang berlebihan bahan bisa membahayakan orang-orang tersayang. Bahkan beberapa dari mereka berusaha menyakiti yang ada di sekitarnya. Bahkan, melakukan bunuh diri.

Pada beberapa sumber, Post Partum Depression bisa disebabkan oleh kondisi tertekan selama masa kehamilan. Sebut saja adanya konflik selama perkawinan, rasa ragu saat masa kehamilan, lingkungan yang berat hingga kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar.

Calon ibu yang tidak mendapatkan dukungan dari pasangan, keluarga dan orang terdekat. Mendapati anaknya sakit dalam kandungan. Menderita Severe Prementrual Syndrome (PMS) adalah wanita yang berpotensi menderita Post Partum Depression.

Tidak dipungkiri saya adalah tipe wanita yang mudah mengalami stres dan PMS saat periode datang bulan. Membaca kisah di atas, bagaimana bisa spekulasi buta dalam kepala tidak muncul dan meraba-raba.

Teruntuk para calon Ibu,
Semua orang mencintaimu. Semua orang ada untukmu. Kamu, tidak sendiri. Lihatlah suamimu, yang selalu ada dan siaga. Kamu wanita kuat yang terpilih, menjadi seorang Ibu.

Teruntuk para calon Ayah,
Jangan lengah memandang istri dan bayi kecilmu di dalam sana. Hujani dengan cinta dan doa setiap saat. Manjakan dengan sentuhan penuh kasih sayang yang tak terhitung jumlahnya. Saat lelah dan mungkin ingin marah, bersembunyilah dulu di dapur rumah. Lalu, kembalilah sebagai ayah dengan sentuhan sayang paling hangat. Lihatlah, istri dan anakmu juga sedang berjuang.

schulte-maternity-47

©photosbylaurenashley

Kejadian ini bisa dijadikan pelajaran, jika kasih sayang dan dukungan sangat diperlukan oleh para calon Ibu. Kesiapan mental perlu ditanam dalam. Saya tahu jika setiap orang mengalami banyak permasalahan dan ceritanya sendiri. Berkata saja mungkin mudah, tapi paling tidak cobalah.

Selamat memberikan hujan kasih sayang, sentuhan paling hangat dan dukungan terhebat. Pastikan untuk selalu ada, ya.

 

Advertisements

[Menjelang Pernikahan] Mau Mendidik Anak Seperti Apa?

cute-child-girl-with-teddy-bear

©myfreewallpapershub.com

Menantikan hari pernikahan adalah hal yang sangat menyenangkan. Terkadang, saya dan pasangan tenggelam dalam imajinasi kehidupan setelahnya. Sarapan pertama apa yang akan dihidangkan, kata apa yang akan saya ucapkan di pagi hari saat dia bangun hingga kebiasaan pagi apa yang akan kami lakukan di akhir pekan.

Ada banyak rencana yang terlintas, rasanya sangat menyenangkan. Hingga pada suatu sore di Mall, kami melihat beberapa anak kecil sibuk memainkan gadget-nya. Mengambil foto selfie, lalu dengan serius memilih beberapa filter. Panggilan dari sang ibu pun diacuhkan.

“Sebentar Ma, adek masih upload foto,” ucapnya cuek.

Kami hanya terdiam. Ada banyak pertanyaan di kepala. Apa yang dilihatnya di social media, siapa yang diajaknya ngobrol, foto macam apa yang sedang dipostingnya, dan apa saja yang telah ia baca di Internet. Sebagai calon orang tua, kami mulai resah.

Keresahan selanjutnya datang saat saya sedang menemani keponakan bermain game. “Ini lho Tante, karakter game-nya bagus.” Tanpa ragu saya melihatnya dan terdiam beberapa saat. Karakter yang dimaksudnya adalah seorang perempuan, dengan pakaian dan bentuk tubuh seksi. Baiklah, ini adalah ‘dunia’ anak-anak yang tidak pernah saya sangka sebelumnya.

Hidup di era digital, memang memberikan banyak kemudahan. Begitu juga memberikan gadget pada anak, memudahkan orang tua untuk bisa keep in touch dengan mudah. Namun, di baliknya ada banyak risiko buruk yang mungkin bisa terjadi. Baiklah, saya semakin resah.

Saya dan pasangan membahas topik ini setiap makan bersama. Dia mulai browsing tentang artikel-artikel parenting. Begitu juga dengan saya yang mencari gadget aman untuk anak-anak. Kami lalu sibuk sendiri, sampai membiarkan kopi jadi dingin dan beach berry tak segar kembali.

“Anak-anak bisa pakai gadget, asal yang ada parental control-nya,” celetuknya, sambil tetap fokus pada layar smartphone.

“Memangnya ada? Tapi anak-anak nanti tetap butuh pendampingan ekstra. Nggak bisa dibiarin aja pegang gadget,” jawab saya menggebu.

Baiklah, rencana pernikahan masih berbulan-bulan depan. Tapi entah kenapa topik pembicaraan tentang anak ini menjadi begitu serius. Lebih serius dari pada pemilihan souvenir, baju pernikahan dan hidangan catering. Meskipun masih jauh, kami hanya ingin jadi orang tua terbaik yang pernah ada.

“Anak-anak nanti dibolehin main gadget, maksimal 1 jam lah per hari. Atau lebih baik waktu weekend aja?”

Deal, anak-anak juga dibolehkan main socmed. Asal udah ngerjain tugas dan harus keep follow sama kita.”

Satu kesepakatan terbuat sudah. Kami sepakat untuk memberikan alokasi waktu. Lebih penting lagi, kami sebagai orang tua harus mampu jadi role model yang baik. Kurangi juga main gadget saat di rumah. Banyakin quality time bersama keluarga. Membahas hal ini, rasanya saat ‘hidup bersama’ menjadi semakin dekat.

Mendampingi anak-anak saat ‘berjelajah’ dengan internet menjadi kesepakatan selanjutnya. Bisa dimulai dengan membiasakan untuk berjelajah informasi dan aplikasi yang bermanfaat untuk menambah pengetahuannya. Tentu saja konten tersebut juga memiliki manfaat, bersifat mendidik, merangsang daya pikir dan juga kreativitas-nya.

Tugas sebagai orang tua, rasanya tidak ada habisnya, ya? Tapi memang ini yang harus dijalani. Kami tidak ingin memiliki anak yang hanya lucu dan imut-imut saja. Tapi juga berakhlak baik dan tumbuh dengan baik, seperti mama dan papa-nya *kibas rambut.

Pencarian masih berlanjut, lalu mempertemukan kami dengan gadget yang menarik seluruh perhatian, Acer Liquid Z320. Inilah penampakannya..

selektif-memilih-perangkat-600x318

©acerid.com

Acer Liquid Z320 ini memiliki fitur Kids Center, yaitu pre-install application yang sudah ada dalam smartphone. Gunanya untuk membatasi aplikasi yang digunakan oleh anak. Fitur ini juga dilengkapi dengan parental control yang bisa memantau aktivitas internet anak. Fitur keamanan ini dapat mencegah anak dari mendownload konten dewasa atau membeli aplikasi baru tanpa seizin spAcer.

“Acer Liquid Z320 ini dukung banget kalau kita mau edukasi anak-anak. Duh, lega kalau ada smartphone yang begini,” ucap pasangan saya sambil meneguk kopinya, yang sudah dingin.

2-batasi-konten-600x318

©acerid.com

Saya masih mencari-cari apa lagi yang dimiliki Acer Liquid Z320 ini. Ternyata Acer Liquid Z320 ini bisa digunakan sebagai sarana belajar yang seru dan mengasyikkan. Acer sudah sengaja mengisi fitur Kids Center ini dengan berbagai konten bermanfaat bagi anak-anak. Terhitung ada ribuan aplikasi edukasi untuk membantu anak belajar sekaligus mengasah kreativitasnya.

Jika anak butuh sarana hiburan, Kids Center juga menyediakan aplikasi gaming dan video yang bisa dinikmati si kecil saat pulang sekolah. Baiklah, kini saya dan pasangan bisa bernafas lega. Anak-anak bisa tetap memanfaatkan kemajuan teknologi dan mengambil sisi positif-nya. Bonusnya, kami lebih lega saat mereka berjelajah bersama Acer Liquid Z320.

“Acer Liquid Z320 punya Blue Light Shield juga, bagus nih!” kata pasangan saya penuh semangat.

Pasangan saya memiliki mata minus. Pekerjaannya dalam bidang IT juga mengharuskannya berhadapan dengan layar komputer, laptop dan smartphone sepanjang hari. Saya mengerti jika dia sangat concern dengan  kesehatan pengelihatan. Teknologi Blue Light Shield yang dimiliki Acer Liquid Z320 dapat mengontrol banyaknya cahaya biru yang muncul pada layar ponsel.

Menurunnya cahaya biru dapat mengurangi efek negatif dari paparan cahaya di layar. Hal ini tentu saja dapat membuat mata jadi lebih nyaman di depan layar. Ini menjadi poin penting yang juga disukai pasangan saya.

Spesifikasi yang dimiliki Acer Liquid Z320 ini juga cukup mumpuni. Dia punya sistem operasi Android lollipop, prosesor Quad Core 1,1 GHz, RAM 1 GB. Mau selfie bareng di kecil? Acer Liquid Z320 dilengkapi dengan dual kamera 5MP untuk primary dan 2MP untuk secondary. Dilengkapi juga dengan voice control, untuk membantu melakukan selfie dengan perintah suara.

acer-600x318

©acerid.com

Mau mendengarkan lagu anak-anak? Acer Liquid Z320  punya kualitas speaker terbaik dengan dukungan audio DTS sound. Dengan begitu, saya dan juga anak-anak bisa mendapatkan pengalaman audio yang berbeda. Cukup memuaskan, bukan?

Diskusi kami akhiri dengan menghembuskan nafas panjang, tanda lega. Pernikahan kami memang sedang menunggu hari. Tapi tidak ada salahnya kami mempersiapkan segalanya mulai dari kini. Orang tua bagaikan pena, yang memiliki kuasa menuliskan apa saja pada selembar kertas putih bernama, anak-anak.

Segalanya memanglah pilihan. Kami memilih untuk menjadi orang tua yang selalu update dengan perkembangan zaman. Tidak hanya kasih sayang dan juga sarana yang diberikan, namun juga perhatian yang sesuai dengan zaman di mana mereka tinggal. Kami memilih Acer Liquid Z320 sebagai pendampingnya kelak. Yang bisa menemaninya berjelajah internet tanpa perlu resah.

Komunikasi bersamanya tetap lancar, tanpa perlu takut ia akan menemukan konten yang belum sesuai dengan umurnya. Kecemasan kami sepertinya juga dirasakan sebagian orang tua di luar sana. Jadi, dengan Acer Liquid Z320, anak senang, orang tua tenang!

Doakan kami mampu menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak, kelak.

Mr.Chars & Ms.Ay

banner

Semesta Suka Bercanda

IMG-20151114-WA0002

Semesta terkadang suka bercanda. Candaannya pun tak biasa. Terkadang bisa membuat hilang segalanya atau mungkin bahagia dalam sekejap saja. Saya ingin bercerita tentang dua orang yang sedang diajak bercanda oleh semesta.

Candaan itu berawal dari segelas susu cokelat hangat di meja kerja. Tentu saja segelas susu itu tak datang sendiri, ada yang mengantarnya. Dengan senyum kaku, langkah ragu dan tatapan mata yang malu. Laki-laki itu mendekat, meletakkan segelas susu cokelat, tersenyum sebentar, lalu berlalu pergi. Wanita itu bahkan tak berani menatap. Hanya sesekali mencuri, dari ekor mata dengan mantap. Adegan itu berulang beberapa kali, di beberapa pagi.

IMG20150909090100

Segelas susu cokelat kedua.

Bukan segelas susu cokelat biasa, ada catatan kecil yang terselip di punggung. Dua tiga empat kata. Sederhana, tapi cukup membuat tawa. Mereka sedang berusaha mengenal. Atau bisa dibilang si laki-laki berusaha menunjukkan perhatian. Meyakinkan diri sendirinya juga. Jika mereka akan bersama, nantinya.

Adegan segelas susu cokelat kini mulai beralih, dengan chat room yang panjang, telepon yang malu dan juga tatapan mata ragu saat bertemu. Keduanya baru saja melewati masa yang berat. Tapi ada keinginan untuk mencoba lagi. Namun hanya sekali. Mereka bergantung pada segelas susu cokelat setiap pagi.

Pertemuan selanjutnya ada pada keramaian konser musik yang tidak mereka mengerti, cafe cantik dengan sandwich, ruang bioskop dengan cerita kelelawar dan cafe lantai dua dengan pizza cheesy cheese. Mereka lalui dengan pertemuan kaku yang menggebu. Dengan cerita masa kecil, pekerjaan, hobi hingga makanan yang tidak disukai.

IMG20150915183445

Wanita itu hanya berani melihat arah punggungnya saja.

Ada banyak keraguan yang mengganggu. Hingga akhirnya muncul pertanyaan ‘Apakah kita sedang membuang waktu?’. Wanita itu terlihat takut. Pucat untuk memulai. Namun, terlalu pengecut untuk mundur. Hingga pada suatu malam, saat berkumpul bersama teman ternyata tidak begitu menyenangkan. Laki-laki itu datang menjemput. Mengantarkan pulang, membawanya dalam ketenangan.

Adegan sederhana itu membawa mereka, pada satu hari yang menentukan. Semesta mulai bercanda, dengan restu yang tiba-tiba di hari ulang tahun mama si wanita. Mereka bersama tanpa ada kata meminta dan mengatakan ‘iya’.

Sebulan kemudian, ada kunjungan yang tiba-tiba. Cincin yang begitu saja dibawa. Mereka bertunangan. Segalanya terlihat begitu sempurna? Siapapun akan mengira hal yang sama. Tanpa ada yang tahu, beberapa bulan hingga tahun yang lalu. Ada kehilangan yang mendalam, ada marah yang membuncah dan kecewa yang tak terkira. Bukan waktu yang sebentar. Inilah kadonya. Pertemuan tiba-tiba yang penuh bahagia.

Beginilah semesta saat bercanda. Yang perlu dilakukan hanya percaya. Ada kekuatan Yang Maha Segalanya. Kini mereka sedang menghitung hari. Bertengkar hingga tengah malam. Berpelukan tanpa jeda. Dan masih jatuh cinta pada secangkir susu cokelat, setiap pagi.

TUJUH. Let me show you to the world.

A post shared by ayu miranty (@ayumiranty) on

Wanita itu saya. Laki-laki itu dia. Terima kasih semesta, sudah mengajak kami bercanda.

[Do it] Young, Success and Charming!

Happiness

“Cause you have a lot of possibilities to success at youngest age. When it’s coming, you are totally charming” -hello morning-

Impian setiap orang sangatlah indah dan beraneka ragam. Jika boleh merangkumnya, setiap orang ingin sukses diusia semuda mungkin. Definisi sukses memang sangat luas, namun cara meraihnya sama yaitu kerja keras yang cerdas. Ya, banyak orang bekerja keras untuk mendapatkan promosi jabatan dan target yan diinginkan. Namun, tidak banyak yang bekerja keras dengan cerdas.

Kerja over time hingga kondisi tubuh menurun, belum lagi masalah pribadi yang kerap muncul. Itu adalah tanda kerja keras yang kurang tepat. Perlu diingat, sukses selalu erat kaitannya dengan kehidupan yang seimbang. Love yourself, then they will love you back. Raihlah impian dengan cara-cara yang loveable.

Temukan cara meraih sukses semuda mungkin dengan cara cerdas di Cantik Sekaligus Sukses, Why Not?

 See you on top, Morning People!